Spanyol telah memperpanjang untuk pembatasan wilayah dan lockdown akibat dari virus corona COVID-19 selama dua minggu ke depan sampai 14 April 2020. Alternatif tersebut telah diputuskan sesudah pemerintah mendapatkan dukungan dari dewan Spanyol untuk dapat membantu merespon kondisi yang saat ini tengah menangani Covid-19 tersebut.

Perdana Menteri dari Spanyol, Pedro Sanchez yang menyatakan jika akan dapat memperketat aturan dari lockdown itu dengan cara meminta untuk warga tetap berada dalam rumah dan menutup semua bisnis yang ada selama sebulan penuh.

Aturan untuk para masyarakat untuk tetap didalam rumah dan segera menutup bisnis semula dan peraturan ini berlalu hingga 14 Maret 2020.

Shancez menyatakan jika pemerintah akan membuat perpanjangan aturan sampai tinggal dirumah sesudah angkat kematian yang di akibatkan dari virus corona yang terus menerus semakin bertambah selama dua pekan ini terakhirnya.

”Spanyol juga merupakan salah satu negara di Eropa dan di dunia yang terkena imbas akibat dari penularan dari virus corona (COVID-19). Ada juga kemungkinan besar pada kondisi ini akan semakin memburuk, ucap Sanchez.

Direktur dari Pusat Koordinasi Kesehatan dan Keadaan Darurat, Fernando Simon juga mengakui jika optimis dalam jumlah penularan virus corona di Spanyol akan semakin menurun.

”Kami menjadi semakin mendekati periode yang mungkin, jika kami beruntung, kami juga akan seluruh kurva (kasus corona), memantapkan dan angka akan mulai menurun, ucap Simon pasca dilaporkan CNN.

Pada akhir pekan yang lalu, Spanyol juga tercatat sebagai puncak drastis pada kasus virus corona sebanyak 5.000 kasus yang baru dalam waktu 24 jam singkatnya.

Spanyol selain dari perpanjang kondisi darurat akibat dari corona juga baru di tandatangani untuk kontrak senilai 423 euro atau sekira Rp. 7,5 triliun dengan China untuk membeli keperluan medis.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *